Dalam era global seperti sekarang ini khususnya golongan anak muda jaman sekarang lebih kekomunikasi massa daripada komunikasi secara langsung. Mungkin menurut mereka media masa lebih meluas untuk mencari teman bahkan sangat luas untuk berinteraksi daripada komunikasi secara langsung.
Pada era anak muda jaman sekarang yang dekat menjadi jauh dan yang jauh menjadi dekat, kenapa demikian? Karena mereka lebih nyaman atau lebih suka berinteraksi lewat media massa dibanding komunikasi secara langsung, mungkin juga karena kepribadian seseorang yang jika bertemu mereka tipe orang yang pendiam sedangkan kalau mereka sedang chatting dengan seseorang mereka bisa bicara apapun yang diinginkan. Jaman sekarang ketingggalan handphonenya seperti ada yang kurang dalam hidupnya, mereka mungkin banyak yang memilih ketinggalan dompet daripada harus ketinggalan handphonenya.
Kapankah terakhir kali duduk bersama dan berbagi tawa? Bukan hanya duduk bersama bertukar stiker dan meme saja, atau mengetik huruf "H" dan "A" dilayar ponsel. Ingin menatap langsung wajah kalian, melempar ledekan atau komentar atas perubahan yang dipatri banyak oleh waktu pada dirimu. Harus diakui interaksi sangatlah terbatas, hanya dengan sekedar tawa virtual dan ketikan jari. Bahakan jarang sekali untuk duduk dan meluangkan waktu untuk bertawa dan bercerita bersama.
Tapi karena kesibukan yang terus menghajar, nampaknya kita lupa bahwa ada hal-hal yang bisa tersampaikan sempurna hanya jika kita bertatap muka. Jari tak harus letih mengetik kata-kata karena bibir sudah mampu menyampaikannya. Tak perlu ada emoji atau stiker stiker lucu ketika ekspresi wajah dan bahasa tubuh sudah jauh lebih baik menyampaikannya.
Dan dalam masalah anak-anak yang ikut menjadi dampak komunikasi pada massa era jaman sekarang. Mereka lebih memilih untuk menggunakan gadget sebagai permainan sehari-hari dibandingkan bermain dengan teman sebayanya. Menurut mereka permainan didalam gadget lebih asik dan seru, lebih banyak yang dapat dimainkan daripada mereka harus berkumpul dengan teman sebaya yang hanya dapat bermain tertentu saja yang mereka dapat mainkan. Dampak dari kebiasaan individualis tersebut akan terbawa sampai mereka menjadi dewasa dan cenderung menjadi seseorang pribadi yang pendiam karena kurangnya sosialisasi kepada teman sebayanya.
Bahkan anak jaman sekarang tidak tau bahagianya main-mainan tradisional, tidak tau rasanya atau bahagianya mandi disungai yang tidak ketahuan sama emak. Kids jaman now itu beda banget dengan kids jaman old, mengapa demikian ? Karena kids jaman old masa kanak-kanaknya tidak secanggih kids jaman now. Yang disayangkan lagu anak-anak jaman sekarang ini liriknya tentang percintaan bahkan tidak banyak anak yang hafal dengan lagu-lagu orang dewasa misalnya lagu dangdut yang tidak diperuntukkan didengar oleh anak-anak.
Kelakuan anak zaman sekarang atau istilahnya "kids jaman now" semakin menjadi sorotan publik. Terlebih bila melihat cara mereka mengekspresikan diri dimedia sosial. Ada-ada saja yang dilakukan mereka yang membuat orang geleng kepala karena kelakuannya. Sebagai contoh: kids jaman now yang gemar memposting curhatan cinta mereka dimedia sosial seolah-olah mereka sudah paham benar dengan sebuah kata cinta padahal mereka masih dibawah umur untuk mengerti tentang hal itu. Umur masih bau kencur, kelakuan tidak mau kalah dengan orang dewasa.
Anak-anak atau remaja jaman sekarang adalah mereka yang termasuk dalam "Generasi Milenial". Generasi Milenial adalah generasi yang lahir ditahun 1980an sampai tahun 2000an. Generasi Milenial memiliki karakteristik yang sangat khas. Kita lahir dijaman teknologi yang sudah berkembang.
Terutama alat komunikasi yaitu handphone yang sudah berkembang dari masa ke masa dan menjadi kebutuhan pokok dimana kita tidak bisa lepas dengan koneksi internet.Anak-anak dan remaja jaman sekarang juga menjadi korban dengan kemajuan teknologi. Kelakuan mereka yang tidak wajar,pikiran dan perkataan mereka yang tercemar oleh kecepatan informasi tanpa filter.
Meski begitu, perilaku anak jaman sekarang, yang menjadi objek nyinyiran tersebut memang kelewatan dan norak. Anak-anak jaman sekarang digambarkan sebagai generasi yang cepat dewasa, terlalu cepat berdandan terlalu cepat bergaul dan terlalu cepat berpacaran.
Bagi orang tua ini adalah tantangan besar! Bagaimana tidak, mereka adalah generasi penerus negeri ini. Apa jadinya nanti masa depan bangsa jika mayoritas generasi muda disibukkan dengan hal-hal yang kurang berfaedah ini bahkan menjerumuskan mereka kedalam kerusakan.
Tidak hanya tentang kemajuan teknologi tetapi juga tentang gaya hidup atau gaya berpakaian anak-anak dan remaja jaman sekarang. Banyak yang menirukan gaya berpakaian ala-ala orang dewasa bahkan alala korea. Mereka pikir dengan berpakaian ala-ala lebih menarik perhatian banyak orang tetapi justru membuat orang yang melihat hal itu semakin geleng-geleng kepala.
Bukan hanya gaya berpakaiannya saja yang menjadi permasalahan tetapi juga sekarang anak-anak dibawah umur sudah banyak yang merokok meniru gaya orang dewasa yang ada disekitarnya. Ini semua menjadi kekhawatiran bagi generasi jaman sekarang ini yang semakin menjadi-jadi kelakuannya.

Ada media sosial yang salah digunakan juga termasuk faktor kids jaman now karena seperti yang kita ketahui sekarang media sosial sangat merajalela bahkan sampai anak sd pun sudah memiliki akun sosial media banyak sekali postingan yang seharusnya tidak mereka lihat(anak-anak) akan tetapi mereka justru melihat bahkan yang lebih parah mereka meniru dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja diyoutube banyak sekali konten konten dewasa yang dilihat oleh anak-anak karena itulah prilaku zaman sekarang menjadi sangat miris.
Jadi kalau gini siapa yang mau disalahkan ? Teknologi? Orang tua yang tidak memantau anak-anaknya? Kita tidak bisa menyalahkan semua, karena anak-anak dan remaja tersebut yang rasa ingin taunya semakin besar.








0 komentar:
Posting Komentar